Muhasabah Hati - Puisi Yang Tak Bernama

"Ya Allah ya Tuhanku,sesungguhny aku berlindung dengan Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat,hati yang tidak khusyuk,doa yang tidak dimakhbul & amalan yang tidak diterima"


AkPerlukan Kekuatan

Ya Allahu Ya Aziz, 
Aku hambamu yang lemah, 
Hati ini memerlukan kekuatan
Untuk menghadapi sisa-sisa hidup, 
Yang sukar dibatasi, 
Kerna kemodenan arus duniawi, 
Yang semakin hapus kearah ukhrawi.
 
Ya Allahu Ya Malik, 
Pohon ku di dunia ini, 
Kuatkan semangat hambamu yang beriman, 
Dalam mengatur langkah di dunia ini, 
Agar mereka menjadi contoh, 
Teladan kepada setiap insan
Yang menghampiri kelalaian terhadapMu.
 
Ya Allahu Ya Qahhar, 
Kuatkan hati setiap muslim didunia ini, 
Teguhkanlah iman mereka, 
Agar mereka terus menerus memujiMu, 
Izinkan mereka mendapat hidayahMu, 
Sebenar-benar hidayah. 
Penuhilah hati para muslim, 
Dengan limpahan hidayah mu yang agung
Agar mereka dapat memujiMu Ya Allah.
 
Ya Allahu Ya Hafiz, 
Peliharalah hati kami ini
Agar tidak dilimpahi dengan maksiat, 
Peliharalah hati kami dari segala noda dunia, 
Limpahilah hati kami dengan iman, 
Peliharalah kami dari kesesatan dunia
Yang dipenuhi segala mara bahaya.
 
Ya Allahu Ya Mujib, 
Kabulkanlah permintaan hambaMu ini, 
Agar kami semua dilimpahi nur iman Mu, 
Pimpinlah kami kejalan yang diredhaiMu.

Isikan hati kami dengan kebaikan agamaMuLembutkan lidah kami untuk memujiMuIndahkanlah mata kami melihat ciptaanMuManiskan mulut kami ketika menikmati rezekiMuGagahkanlah kaki kami ketika berjalan untuk keredhaanMuMerdukanlah telinga kami ketika mendengar ayat-ayatMuSinarilah kehidupan kami dengan nur iman MuBersihkan hati kami untuk menggapai redhaMu.

Berilah kekuatan untuk hambaMu ini, 
Untuk meneruskan perjuangan ini, 
Demi kemuliaan agamaMu Ya Allah.
Nota:
Makna Nama Allah SWT:

1. Ya Aziz : Maha mulia/perkasa
2. Ya Malik : 
Maha merajai/pemerintah
3. Ya Qahhar : 
Maha menundukkan
4. Ya Hafiz : 
Maha pelindung
5. Ya Mujib :
 Maha mengabulkan

Sesekali hati mengeluh dengan kesusahan dan kepayahan hidup. Terasa pedih dan rapuh, sakitnya seperti tiada hati lain yang mampu mengerti. Namun tidak tersedarkah hati itu adalah ujian dari Tuhannya? Kepayahan itu sesungguhnya adalah bentuk tarbiyahNya kepada hati. Pernah hati bersyukur kerana mendapat perhatian yang sedemikian dari Tuhannya? Terlebih banyak mengaduh dari bertahmid rasanya.

"Apakah manusia itu mengira bahawa mereka dibiarkan saja mengatakan; "Kami telah beriman," sedangkan mereka tidak diuji? Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta." -Surah Al-Ankabut ayat 2-3 "

"...dan janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah melainkan kaum yang kafir." -Surah Yusuf ayat 12

Tak tersedarkah hati segala yang diberinya itu adalah nikmat; kebahagiaan adalah nikmat, sakit adalah nikmat, perit itu lebih nikmat, jika hati ingin menerima. Duhai hati, sedarlah, bukannya Tuhanmu tidak mendengar segala jerit perih, betapa pedih peritnya derita apa yang dialami, betapa segala yang hati ingin, tidak semua kan hati perolehi. Bukankah Dia sudah terang-terang berfirman: 
"Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui." -Surah Al-Baqarah ayat 216 

Nah, Tuhannya sendiri telah siap mengatur segala rencana perjalanan hidupnya hati. Mengapa harus merungut lagi dengan jalan yang ditempuh. Duri-duri dan halangan itu adalah rahmat. Redha dan pasrah, wahai hati, itulah lumrah. Tidak tersedarkah hati bahawa setiap langkah, setiap kudrat, setiap butir bicara, kerlip mata dan denyut jantung selama ini semuanya nikmat yang Tuhannya beri, Tuhannya pinjamkan. Cara apa dan bagaimana hati gunakan semua pinjaman tersebut? Setiap langkah dan kudrat digunakan untuk ke jalan kebaikankah? Setiap butir bicara hanya yang baik dan berhikmah sajakah? Kerlip mata dan sisa denyut jantung yang masih ada dimanfaatkan dengan amal ibadahkah? Tuhannya berhak mutlak ke atas hati. Kenapa hati masih perlu persoalkan mengapa ujian diturunkan? Tepuk dahi, tanya minda semula. Layakkah hati-hati ini dengan Syurga milik Allah SWT??? 


"Hai Kaumku, sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah kesenangan sementara) dan sesungguhnya akhirat itulah negeri yang kekal. Barangsiapa mengerjakan perbuatan jahat, maka dia tidak akan dibalasi melainkan sebanding dengan kejahatan itu. Dan barangsiapa mengerjakan amalan yang saleh baik laki-laki maupun perempuan sedang ia dalam keadaan beriman, maka mereka akan masuk syurga, mereka diberi rezeki di dalamnya tanpa dihisab." (Surah Al Mu'min ; ayat 39-40) 

Duhai hati, janganlah terkorban dengan dunia...Sesungguhnya hidup hati sebenarnya untuk mencari mati yang sempurna... 

Serahkanlah segala peristiwa yang kita alami kepada ALLAH s.w.t.. Apa pun yang kita terima, kita perlu bertawakal kepada-NYA dan berpegang teguh kepada janji-NYA. Jangan sesekali berburuk sangka kepada ALLAH s.w.t. dan sentiasalah redha pada setiap yang telah ditentukan-NYA. Insya-ALLAH, kita tergolong dalam orang-orang yang mencapai kemenangan. 

Kalau kita merasakan ketenangan dan kebaikan sesuatu dan sentiasa berpegang teguh kepada ALLAH s.w.t. pada setiap ujian dan keadaan yang kita alami, Insya-ALLAH kita akan dapat pertolongan, petunjuk, bantuan dan perlindungan daripada ALLAH. Apabila pertolongan ALLAH sudah kita rasai, maka bersyukurlah selalu dan yakinlah; hati yang resah akan menjadi aman.

Ketika Nabi ALLAH Ibrahim dicampakkan ke dalam api yang marak menyala, baginda tetap yakin dan bertasbih; "hasbunaLlah waniqmal wakil." Cukuplah ALLAH menjadi Penolong kami dan ALLAH adalah sebaik-baik Pelindung. Lalu ALLAH jadikan api yang menyala itu sejuk. 

Ketika RasuluLlah s.a.w. dan para sahabat diancam bunuh oleh orang kafir dan tentera berhala, mereka tetap membaca surah Ali-'Imran ayat 173-174 yang maksudnya; Cukuplah ALLAH menjadi Penolong kami dan ALLAH adalah sebaik-baik Pelindung. Maka mereka kembali dengan nikmat dan kurnia yang besar daripada ALLAH, mereka tidak mendapat bencana apa-apa, mereka mengikuti keredhaan ALLAH. Dan ALLAH mempunyai kurnia yang besar. 



Bila kita bertambah yakin kepada ALLAH dan serahkan diri kepada ALLAH, Insya-ALLAH segala dukacita masa lalu akan berakhir. Janganlah berduka bila kenangkan dan perhatikan perbuatan orang lain yang mengguriskan perasaan. Sesungguhnya, manusia tidak mempunyai kekuatan untuk mematikan atau menghidupkan walau sekecil mana pun nyawa atau sekelumit mana pun keadaan. Manusia juga tidak dapat berikan ganjaran terhadap segala perbuatan orang lain. Kerana manusia itu bersifat lemah dan tidak punya kuasa. Segala kuasa yang ada di muka bumi ini adalah hak ALLAH.

Menjadi manusia kita kena yakinkan diri terhadap kekuasaan ALLAH. Semua yang berlaku kepada kita adalah dengan izin ALLAH. Dekatilah diri kepada ALLAH, berserah diri kepada-NYA, redha terhadap segala yang telah ditetapkan-NYA, dan penuhi hati dengan zikirullah dan menyintainya dengan sepenuh hati. Insya-ALLAH kita akan dapat memakmurkan hidup yang hakiki. Kemakmuran yang paling indah yang tidak ada bandingnya di dunia ini. Hanya kita yang merasainya, hanya kita yang menikmatinya.  

Jangan pernah berhenti berdoa. Doa itu bukan sahaja ibadat, tetapi talian hayat yang mengakrabkan kita dengan Yang Maha Pencipta dan akrabkan kita dengan insan-insan yang kita doakan. Doa mendekatkan yang jauh, doa mengakrabkan yang dekat, doa mengukuhkan ikatanyang ada, doa meleraikan kekusutan, doa mengamankan yang bergelora dan doa menyelesaikan persoalan yang mendera. 

Berdoalah! 
Y A K I N LAH!


Dalam perjalanan hidup ini seringkali kita merasa kecewa. Kecewa sekali. Sesuatu yang luput dari genggaman, keinginan yang tidak tercapai, kenyataan yang tidak sesuai harapan.

Dan sungguh sangat beruntung andai dalam saat-saat tergoncangnya jiwa, masih ada setitik cahaya dalam kalbu untuk merenungi kebenaran. Masih ada kekuatan untuk melangkahkan kaki menuju majlis-majlis ilmu, majlis-majlis dzikir yang akan mengantarkan pada ketenteraman jiwa.

Hidup ini ibarat belantara. Tempat kita mengejar berbagai keinginan. Dan memang manusia diciptakan mempunyai kehendak, mempunyai keinginan. Tetapi tidak setiap yang kita inginkan bisa terbukti, tidak setiap yang kita mahu bisa tercapai.Dan tidak mudah menyedari bahwa apa yang bukan menjadi hak kita tak perlu kita tangisi. Banyak orang yang tidak sedar bahwa hidup ini tidak punya satu hukum: harus berjaya, harus bahagia atau harus-harus yang lain.

Betapa banyak orang yang berjaya tetapi lupa bahwa sejatinya itu semua pemberian Allah hingga membuatnya sombong dan bertindak sewenang-wenang. Begitu juga kegagalan sering tidak dihadapi dengan benar. Padahal dimensi tauhid dari kegagalan adalah tidak tercapainya apa yang memang bukan hak kita. Padahal hakikat kegagalan adalah tidak terengkuhnya apa yang memang bukan hak kita.

Apa yang memang menjadi jatah kita di dunia, entah itu rezeki, jawatan atau kedudukan, pasti akan Allah sampaikan. Tetapi apa yang memang bukan milik kita, ia tidak akan kita bisa miliki. Meski ia nyaris menghampiri kita, meski kita mati-matian mengusahakannya.

"Tiada suatu bencana pun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. (Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berdukacita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri.." (al-Hadiid: 22-23)

Demikian juga bagi yang sedang galau terhadap jodoh. Kadang kita tak sedar ketentuan Allah tentang jodoh kita, bukannya meminta yang terbaik dalam istikharah kita tetapi benar-benar ketentuan Allah: "yang pentingnya harus dia Ya Allah! Harus dia, kerana aku sangat mencintainya." Seakan kita jadi yang menentukan segalanya, kita meminta dengan paksa. Dan akhirnya kalau pun Allah memberikannya maka tak selalu itu yang terbaik. Boleh jadi Allah tak mengulurkannya tidak dengan kelembutan, tapi melemparkannya dengan marah kerana niat kita yang terkotor.

Maka wahai jiwa yang sedang gundah, dengarkan ini dari Allah:

Maka setelah ini wahai jiwa, jangan kau hanyut dalam nestapa jiwa berkepanjangan terhadap apa-apa yang luput darimu. Setelah ini harus benar-benar difikirkan bahwa apa-apa yang kita rasa perlu di dunia ini harus benar-benar perlu, bila ada relevansinya dengan harapan kita akan bahagia di akhirat. Kerana seorang Mu'min tidak hidup untuk dunia, tetapi menjadikan dunia untuk mencari hidup yang sesungguhnya: hidup di akhirat kelak.

Maka sudahlah, jangan kau tangisi apa yang bukan milikmu! 

"Apakah manusia itu mengira bahawa mereka dibiarkan saja mengatakan;
 "Kami telah beriman," ("I 
am full of faith to Allah") sedangkan 
mereka tidak diuji?
Dan sesungguhnya 
Kami telah menguji org2 yg sebelum 
mereka,
maka sesungguhnya Allah 
mengetahui org2 yg benar dan,
sesungguhnya Dia mengetahui org2 yg 
dusta."
-Surah Al-Ankabut ayat 2-3

KITA BERTANYA : KENAPA AKU TAK DAPAT APA YG AKU IDAM-IDAMKAN? QURAN MENJAWAB

"Boleh jadi kamu membenci sesuatu 
padahal ia amat baik bagimu,
dan boleh 
jadi pula kamu menyukai sesuatu,
padahal ia amat buruk bagimu,
Allah 
mengetahui sedang kamu tidak 
mengetahui."
- Surah Al-Baqarah ayat 216

KITA BERTANYA : KENAPA UJIAN SEBERAT INI? QURAN MENJAWAB

"Allah tidak membebani seseorang itu 
melainkan sesuai dengan
kesanggupannya."
- Surah Al-Baqarah ayat 286

KITA BERTANYA : KENAPA RASA FRUST? QURAN MENJAWAB

"Jgnlah kamu bersikap lemah, dan 
jgnlah pula kamu bersedih hati,
padahal kamulah org2 yg paling tinggi 
darjatnya,
jika kamu org2 yg beriman."
- Surah Al-Imran ayat 139

KITA BERTANYA : BAGAIMANA HARUS AKU MENGHADAPINYA? QURAN MENJAWAB

"Wahai orang-orang yang beriman!
Bersabarlah kamu (menghadapi segala 
kesukaran dalam mengerjakan perkara-
perkara yang berkebajikan),
dan 
kuatkanlah kesabaran kamu lebih
daripada kesabaran musuh, di medan 
perjuangan),
dan bersedialah (dengan 
kekuatan pertahanan di daerah-daerah
sempadan) serta bertaqwalah (be 
fearfull of Allah The Almighty)
kamu 
kepada Allah supaya, kamu berjaya
(mencapai kemenangan)."

KITA BERTANYA : BAGAIMANA HARUS AKU MENGHADAPINYA? QURAN MENJAWAB

"Dan mintalah pertolongan (kepada 
Allah) dengan jalan sabar dan
mengerjakan sembahyang; dan 
sesungguhnya sembahyang itu amatlah
berat kecuali kepada orang-orang yang 
khusyuk"
- Surah Al-Baqarah ayat 45

KITA BERTANYA : APA YANG AKU DAPAT DRPD SEMUA INI? QURAN MENJAWAB

"Sesungguhnya Allah telah membeli dari 
org2 mu'min, diri, harta mereka
dengan 
memberikan syurga utk mereka... 
- Surah At-Taubah ayat 111

KITA BERTANYA : KEPADA SIAPA AKU BERHARAP? QURAN MENJAWAB

"Cukuplah Allah bagiku, tidak ada T
uhan selain dari Nya.
Hanya kepadaNya 
aku bertawakkal."
- Surah At-Taubah ayat 129

KITA BERKATA : AKU TAK DAPAT TAHAN!!! QURAN MENJAWAB

"... ..dan jgnlah kamu berputus asa dr 
rahmat Allah.
Sesungguhnya tiada 
berputus asa dr rahmat Allah
melainkan 
kaum yg kafir."
- Surah Yusuf ayat 12

P/S: Segala dugaan yg terjadi adalah ujian daripada Allah SWT kpd 
hamba2-Nya yg soleh agar diri menjadi lebih tabah......... 

“Truly in the heart there is a sadness that can not be removed except with the happiness of knowing Allah SWT and being true to Him.

And in it there is an emptiness that can not be filled except with love for Him and by turning to Him and always remembering Him.

And if a person were given all of the world and what is in it, it would not fill this emptiness.”

Pengunjung ke

Followers

Live Traffic

You are from

You are From :
What's my ip address, create your own visitors IP image
get yours here

Anda diperhatikan